Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Fitur Google yang canggih, lindungi data Anda dari peretas

Pelanggaran data di tanah air telah menjadi topik diskusi bagi banyak orang Indonesia. Data pribadi yang sensitif bahkan dijual. Oleh karena itu, sebaiknya kita sebagai masyarakat mewaspadai perilaku kita saat berselancar di Internet.

Fitur Google yang canggih, lindungi data Anda dari peretas
Ilustrasi google.(Pixabay/MRG)

Saat diluncurkan dari halaman Google.com, pengguna secara berkala diminta untuk menerapkan beberapa hal.

Pertama, masyarakat diminta untuk melakukan pemeriksaan keamanan. Kamu melakukan ini dengan menambahkan atau memperbarui nomor telepon dan alamat email cadangan.

"Nomor telepon dan alamat email cadangan Kamu adalah solusi keamanan yang sangat kuat," tulis Google.

Informasi kontak ini dapat digunakan untuk membantu memblokir seseorang agar tidak menggunakan akun Kamu tanpa izin Kamu , serta untuk memberi tahu Kamu tentang aktivitas mencurigakan di akun Kamu dan untuk membantu memulihkan akun Kamu jika akun Kamu ditangguhkan.

Kemudian aktifkan verifikasi dua langkah. Verifikasi Dua Langkah membantu mencegah peretas mengakses akun Kamu , bahkan jika mereka mencuri kata sandi Kamu .

“Untuk menghindari metode phishing umum yang terkait dengan kode SMS, silakan pilih langkah verifikasi kedua yang lebih aman, yaitu Security Keys (langkah verifikasi paling aman), Google Teams (lebih aman daripada kode SMS),” tulis Google.

Langkah selanjutnya untuk menghindari peretas mungkin adalah menghapus akses berisiko ke data Kamu . Google merekomendasikan untuk menghapus akses akun untuk aplikasi yang tidak penting guna melindungi informasi sensitif dengan lebih baik.

Google meminta penggunanya untuk mengelola aplikasi yang mengakses akun pribadi dan mempelajari lebih lanjut tentang risikonya. Pengguna juga diminta untuk menonaktifkan akses untuk aplikasi yang menggunakan teknologi login yang kurang aman.

Selain itu, Google juga memperingatkan bahwa jika browser, sistem operasi, atau aplikasi kedaluwarsa, perangkat lunak tersebut mungkin tidak aman bagi peretas. Oleh karena itu, memperbarui atau memperbarui perangkat lunak membantu melindungi akun pengguna.

Kamu dapat memeriksa setelan keamanan dan privasi di myaccount.google.com. Dari sana, pengguna akun Google dapat melihat pengaturan yang disediakan oleh Google.

Setelah masuk ke halaman, pengunjung langsung masuk ke halaman awal. Di bagian ini, pengguna dapat melihat berbagai hal penting, mulai dari yang perlu diketahui hingga peringatan bahwa akunnya telah diretas.

Di sini, pengguna Akun Google dapat mengatur keamanan dan privasi mereka sendiri.

Ada dua fitur utama yang dapat membantu pengguna Akun Google menjaga keamanan akunnya, yaitu:

1. Pengelola kata sandi (passwords.google.com)

Jika pengguna Akun Google menyimpan sandi Akun Google, semua sandi untuk situs atau layanan tertentu akan muncul di bagian ini.

2. Pemeriksaan kata sandi (passwords.google.com/checkup/start)

Fitur ini memastikan keamanan kata sandi yang Kamu gunakan dan memberikan rekomendasi tentang cara memperkuatnya. Beberapa fitur yang ditawarkan oleh Password Check Up antara lain:

  • Peringatan jika kata sandi pengguna disusupi.
  • Peringatan ketika pengguna akun Google menggunakan kata sandi yang sama di beberapa situs atau layanan yang berbeda.
  • Peringatan ketika kata sandi terlalu lemah.

Ingatlah bahwa pengguna didorong untuk menggunakan kata sandi yang berbeda untuk setiap akun individu, apakah itu rekening bank, akun email, atau akun game.

Jika kata sandi yang sama untuk rekening bank, email, dan akun game, lalu salah satunya diretas, maka kemungkinan besar akun lain yang menggunakan kata sandi yang sama akan diretas.

“Sangat berisiko menggunakan kata sandi yang sama di banyak situs. Jika kata sandi Kamu di satu situs disusupi, itu dapat digunakan untuk mengakses akun Kamu di beberapa situs,” jelas Google.

Google juga mendorong pengguna untuk menghapus aplikasi dan ekstensi browser yang tidak perlu. Karena semakin banyak aplikasi yang diinstal pada perangkat, perangkat menjadi lebih rentan.

Instal hanya aplikasi dan ekstensi browser yang diperlukan pada perangkat yang memiliki akses ke informasi sensitif. Hindari memasang aplikasi yang tidak dikenal atau aplikasi dari sumber yang tidak dikenal untuk melindungi perangkat dan informasi pribadi Kamu .

Terakhir, peretas dapat menggunakan email, SMS, panggilan telepon, dan halaman untuk berpura-pura menjadi institusi, anggota keluar, atau kolega.

Jangan bagikan kata sandi Kamu . Google tidak akan pernah meminta sandi dalam email, pesan, atau panggilan telepon. 

Jangan menanggapi email, SMS, pesan instan, halaman, atau panggilan telepon mencurigakan yang meminta informasi pribadi atau keuangan Kamu . Jangan mengklik tautan di email, pesan, halaman, atau pop-up dari situs web atau pengirim yang bukan.

Sumber : CnbcIndonesia