Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa saja bahaya interaksi online? Berikut penjelasannya

Apa saja bahaya interaksi online Berikut penjelasannya
Ilustrasi logo bahaya.(Pixabay/Reka)

Penyebaran teknologi komputer dan munculnya Internet telah meningkatkan kehidupan anak-anak dan orang dewasa.

Meningkatkan produktivitas dan efisiensi, Internet adalah alat pendidikan yang kuat dan menyediakan banyak informasi bagi kaum muda.

Yang mengatakan, penting untuk diingat bahwa Internet juga bisa sangat berbahaya. Penjahat menggunakan teknologi modern untuk memangsa korban yang tidak bersalah.

Studi menunjukkan bahwa 1 dari 5 remaja berusia 10-17 telah diserang secara seksual atau diakses secara online.

Instrumen ajakan adalah Internet. Faktanya, 89% dari ajakan ini terjadi melalui ruang obrolan atau dengan predator menggunakan pesan instan.

Selain itu, 9 dari 10 anak online berusia 8-16 tahun telah melihat pornografi online.

Sebagian besar, anak-anak secara tidak sengaja menemukan pornografi saat mencari alternatif, tetapi statistik sangat penting.

Dalam banyak hal, Internet telah mempermudah tugas pemangsa karena pemangsa dapat bersembunyi di balik nama samaran dan nama layar.

Bahaya Internet terus-menerus dan sangat nyata, karena Internet memberikan anonimitas kepada pemangsa.

Kerusakan online sedikit berbeda dari kerusakan tradisional yang dilakukan secara langsung, dan prosesnya pada dasarnya sama.

Pelaku menggunakan informasi untuk menargetkan anak-anak. Seringkali, ajakan dimulai dalam bentuk pertemanan, hobi, dan minat berbagi.

Predator kemudian menyesuaikan sosok yang diinginkan korban muda. Predator online sering menghabiskan banyak waktu untuk berteman dengan anak-anak mereka.

Predator membangun tingkat kepercayaan dengan korban.

Setiap keluarga memiliki potensi anak untuk menjadi korban online.

Anak-anak yang lebih besar memiliki risiko lebih besar karena mereka sering online tanpa pengawasan.

Remaja atau orang muda yang sangat memberontak atau mencari identitas mereka sendiri seringkali lebih rentan terhadap predator Internet.

Sayangnya, di hampir semua kasus, interaksi dimulai sebagai persahabatan yang tidak berbahaya dan berkembang menjadi perilaku seksual yang tidak pantas dan mencolok.

Kejahatan online seringkali sulit untuk dituntut atau bahkan dilacak lintas yurisdiksi.

Dan sementara dukungan lintas-lembaga berkembang, pertumbuhan itu tidak dapat mengimbangi banyaknya kejahatan online.

Internet tidak memiliki batas dan tidak ada badan hukum terpusat untuk mengatur kejahatan di Internet.

Ingatlah bahwa kontak fisik antara anak dan pelaku tidak harus terjadi untuk melakukan kejahatan.

Dalam banyak kasus, materi eksplisit secara digital dikirim dan diterima melalui email. Mendidik anak-anak sangat penting untuk menjaga mereka tetap aman.