Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Awas Samsung dan Xiaomi , ini dia raja ponsel di Indonesia!

Awas Samsung dan Xiaomi , ini dia raja ponsel di Indonesia
Ilustrasi Piala.(pngdownload/Reka)

Pengiriman gawai baru ke Indonesia turun 12,4% secara tahunan per kuartal III/2021. Di tengah penurunan tersebut, 'raja' baru pasar ponsel di Indonesia lahir. 

Brand ponsel yang paling banyak dikirimkan ke Indonesia hingga akhir September 2021 adalah OPPO.

Menurut laporan IDC Quarterly Mobile Phone Tracker, OPPO adalah merek ponsel teratas yang 

mengirimkan produknya ke Indonesia karena merek tersebut mampu mempertahankan inventarisnya ketika gangguan pasokan terjadi pada akhir tahun 2021.

OPPO juga dianggap sebagai penjual teratas ponsel murah dengan harga antara $100 dan $200. 

Setelah OPPO, merek Vivo berada di urutan kedua. Pengiriman ponsel Vivo ke Indonesia sudah sering dilakukan karena perusahaan mampu mendongkrak penjualan secara offline.

OPPO dan Vivo diikuti oleh Xiaomi di tempat ketiga. 

Meski turun dari posisi sebelumnya, merek Xiaomi masih memimpin penjualan ponsel di kisaran harga menengah atau $200 hingga $400.

Di tempat keempat adalah merek Samsung. Posisi Samsung terhambat oleh perusahaan yang tertahan oleh penutupan toko ritel karena pembatasan aktivitas selama pandemi. 

Namun, seri ponsel layar lipat Samsung diharapkan mampu mendongkrak kinerja perusahaan pada kuartal III 2021.

Terakhir, merek Realme berada di posisi kelima. Merek tersebut berhasil mempertahankan momentum penjualan berkat pasokan yang relatif stabil.

Laporan IDC menunjukkan pengapalan ponsel baru ke Indonesia selama periode tersebut mencapai 9,2 juta unit. 

Penurunan pengapalan telepon seluler ke Indonesia disebabkan adanya gangguan dan gangguan pada rantai pasok global.

Selain itu, penurunan tersebut disebabkan oleh gelombang kedua Covid-19 yang mencapai puncaknya pada Juli 2021. 

Hal ini menyebabkan diberlakukannya pembatasan aktivitas yang ketat selama beberapa bulan di Indonesia.

IDC memperkirakan kelangkaan bahan baku ponsel akan terus berlanjut karena banyak produsen ponsel yang saat ini fokus menggarap produk 5G. 

Selain itu, kenaikan harga komponen baru-baru ini telah menyebabkan kenaikan harga beberapa model ponsel 4G kelas menengah.

“Pemasok telah memposisikan diri secara strategis dalam lingkungan pasokan yang menantang ini, 

dengan beberapa pemasok memilih untuk mengganti atau tidak merilis model dengan pasokan yang 

lebih terbatas,” kata Vanessa Aurelia, Associate Market Analyst di IDC Indonesia, dikutip Sabtu (30 Januari 2022). .). ).