Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Huawei memerangi sanksi AS dengan dua ponsel ini. Apakah ini akan berhasil?

Huawei memerangi sanksi AS dengan dua ponsel ini. Apakah ini akan berhasil
Huawei P50.(Gsmarena/Reka)

Huawei meluncurkan dua smartphone premium di pasar internasional meski posisinya melemah di pasar smartphone global akibat sanksi AS (AS).

Perusahaan teknologi China telah mengumumkan rencana untuk meluncurkan ponsel lipat Huawei P50 Pro dan Huawei P50 Pocket di pasar di luar China. 

Kedua ponsel tersebut dirilis di China tahun lalu.

Kelemahan dari kedua smartphone ini adalah mereka tidak dapat terhubung ke internet 5G yang sangat 

cepat karena sanksi AS yang mencegah Huawei membeli teknologi AS tertentu. Namun, smartphone ini 

menggunakan chipset dari perusahaan Amerika Qualcomm, yang memungkinkannya terhubung ke jaringan 4G.

P50 Pro memiliki layar 6,6 inci dan dua modul kamera besar di bagian belakang ponsel. P50 Pocket adalah smartphone lipat yang mudah dimasukkan ke dalam saku dan tas. 

Ponsel ini dirancang untuk disinkronkan dengan berbagai produk perangkat keras Huawei.

Dengan merilis kedua ponsel ini secara global, Huawei mempertahankan ambisinya untuk menjaga bisnis elektronik konsumennya tetap berjalan.

Posisi Huawei di pasar smartphone global telah anjlok sejak perusahaan China itu menjadi smartphone 

nomor satu dunia pada kuartal kedua tahun 2020, menurut Counterpoint Research. Pada kuartal 

keempat tahun 2021, pangsa pasar global Huawei hanya 1,7%.

Menurunnya dominasi pasar smartphone Huawei disebabkan sanksi AS dalam beberapa tahun terakhir 

yang telah melarang Google Android, sehingga perusahaan tidak dapat lagi menggunakan Gmail, 

YouTube, dan Google Maps pada perangkat Huawei baru.

Ada juga sanksi yang mencegah Huawei menggunakan teknologi buatan perusahaan AS tanpa izin dari 

Departemen Perdagangan.