Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bidik Metaverse, Microsoft Beli Pembuat Call of Duty Rp 987 T

Bidik Metaverse, Microsoft Beli Pembuat Call of Duty Rp 987 T
Microsoft.(Sindones/Reka)

Microsoft baru saja mengumumkan bahwa mereka telah mengakuisisi pembuat game Call of Duty Activision Blizzard.

Angka ini adalah 68,7 miliar dolar AS atau 987,2 triliun rupee, yang merupakan kesepakatan terbesar di industri game.

Pembelian ini bertepatan dengan keinginan Microsoft untuk menyelam lebih dalam ke dunia maya Metaverse.

Tempat di mana orang bisa pergi dari pekerjaan, bermain, dan mengobrol online.

“Game adalah kategori hiburan paling dinamis dan menarik di semua platform saat ini dan akan

memainkan peran penting dalam pertumbuhan platform Metaverse,” kata CEO Microsoft Satya Nadella.

Pembelian ini menjadikan Microsoft sebagai perusahaan game terbesar ketiga di dunia. Tapi sepertinya akan ada kabar buruk akibat dari kesepakatan itu.

Andre Barlow dari firma hukum Doyle, Barlow & PLC Mazard mengatakan kesepakatan itu akan menempatkan Microsoft di depan regulator.

Microsoft telah [menjadi] pemain besar dalam game ini.

Microsoft tampaknya yakin dapat lolos dari undang-undang antimonopoli. Sebuah sumber mengatakan kepada Reuters bahwa perusahaan akan membayar biaya $ 3 miliar jika kesepakatan akhirnya gagal.

Artinya, raksasa teknologi global itu sangat yakin akan bisa mendapatkan persetujuan antimonopoli untuk pembelian tersebut.

Sebuah sumber yang mengetahui rencana pembelian tersebut mengatakan bahwa CEO Activision Bobby Kotick akan tetap menjadi yang pertama di perusahaan setelah pembelian dilakukan.

Meskipun dia diperkirakan akan pergi begitu kesepakatan selesai.

Pembelian itu terjadi di tengah tuduhan pelecehan seksual oleh karyawan dan perilaku tidak pantas oleh eksekutif Activision.

Perusahaan masih mengerjakan tuduhan itu dan mengatakan telah memberhentikan lebih dari tiga lusin karyawan dan menghukum 40 orang sejak Juli lalu.

Dalam conference call dengan para analis beberapa waktu lalu, Satya Nadella pernah menyinggung secara tidak langsung.

Beliau berbicara tentang pentingnya budaya dalam sebuah perusahaan.

“Sangat penting bagi Activision Blizzard untuk mendorong komitmen budaya yang diperbarui. Keberhasilan akuisisi akan tergantung pada ini, ”katanya.